NAMA : NUR FAJAR AMINUDDIN
NIM : 1208015242
KELAS : D
M.KULIAH :
HUKUM INTERNASIONAL
Peranan Indonesia dalam Perdagangan Internasional
Pengertian Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional adalah
perdagangan yang dilakukan oleh penduduk disuatu negara dengan penduduk di
negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk tersebut dapat berupa
antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatunegara dengan pemerintah negara lain.
Sebab – sebab terjadinya perdagangan
internasional diantaranya :
1. Perbedaan sumber daya alam (SDA).
2. Perbedaan ilmu pengetahuan dan
teknologi (IPTEK).
3. Perbedaan kebudayaan.
4. Mencari laba/keuntungan.
5. Untuk memenuhi kebutuhan dalam
negeri.
§ Memperoleh
barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri
Hasil produksi suatu Negara dapat berbeda-beda karena pengaruh beberapa faktor, seperti: Kondisi geografi, iklim, tingkat penguasaan iptek dan lain-lain. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.
Hasil produksi suatu Negara dapat berbeda-beda karena pengaruh beberapa faktor, seperti: Kondisi geografi, iklim, tingkat penguasaan iptek dan lain-lain. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.
§ Memperoleh
keuntungan dari spesialisasi
Sebab utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah untuk memperoleh keuntungan yang diwujudkan oleh spesialisasi. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi ada kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negeri.
Sebab utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah untuk memperoleh keuntungan yang diwujudkan oleh spesialisasi. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi ada kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negeri.
§ Memperluas
pasar dan menambah keuntungan
Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan maksimal karena khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang menyebabkan turunnya harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri.
Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan maksimal karena khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang menyebabkan turunnya harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri.
§ Transfer
teknologi modern
Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efesien dan cara-cara manajemen yang lebih modern.
Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efesien dan cara-cara manajemen yang lebih modern.
Manfaat dari perdagangan
internasional bukan hanyadalam segi ekonomi saja. Di era globalisasi seperti
sekarang ini , perdagangan internasional juga bermanfaat dalam bidang
politik, sosial dan pertahanan keamanan.
Peran
Indonesia dalam Perdagangan Internasional
1.Daya
Saing Indonesia dalam Perdagangan Internasional
Daya saing merupakan salah satu kriteria yang menentukan
keberhasilan suatu negara dalam perdagangan internasional. Berdasarkan badan
pemeringkat daya saing dunia, IMDWorld Competitiveness Yearbook 2006,
posisi daya saing Indonesia dalam beberapa tahun semakin menurun. IMDWorld
Competitiveness Yearbook (WCY) adalah sebuah laporan mengenai daya
saing negara yang dipublikasikan sejak tahun 1989. Pada tahun 2000, posisi daya
saing Indonesia menduduki peringkat 43 dari 49 negara. Tahun 2001 posisi daya
saing Indonesia semakin menurun, yaitu menduduki peringkat 46. Selanjutnya,
tahun 2002 posisi daya saingnya masih menduduki posisi bawah, yaitu peringkat
47. Lalu, tahun 2003, posisi daya saingnya malah makin terpuruk, yaitu
menduduki peringkat 57. Tahun 2004 menduduki peringkat 58. Tahun 2005 Indonesia
menduduki posisi 58. Tahun 2006 Indonesia telah menduduki posisi 60.
Tabel
I.1 Posisi Daya Saing Indonesia
|
Negara
|
2000
|
2001
|
2002
|
2003
|
2004
|
2005
|
2006
|
|
USA
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
|
Singapura
|
2
|
3
|
8
|
4
|
2
|
3
|
3
|
|
Malaysia
|
26
|
28
|
24
|
21
|
16
|
28
|
23
|
|
Korea
|
29
|
29
|
29
|
37
|
35
|
29
|
38
|
|
Jepang
|
21
|
23
|
27
|
25
|
23
|
21
|
17
|
|
Cina
|
24
|
26
|
28
|
29
|
24
|
31
|
19
|
|
Thailand
|
31
|
34
|
31
|
30
|
29
|
27
|
32
|
|
Indonesia
|
43
|
46
|
47
|
57
|
58
|
59
|
60
|
§
Sumber: IMD World Competitiveness Yearbook (WCY)
§ Faktor dalam menentukan daya saing
menurut IMD World Competitiveness Yearbook terbagi menjadi 4
kategori yaitu, kinerja ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis,
infrastruktur. Setiap kategori memiliki beberapa kriteria. IMD World
Competitiveness Yearbook (WCY) memeringkat dan menganalisis kemampuan suatu
negara dalam menciptakan dan menjaga lingkungan di mana perusahaan dapat
bersaing. Persaingan akan membawa suatu negara lebih kompetitif dibandingkan
dengan negara lain.